by

KUNKER PERTANIAN UNTUK PANEN JANGUNG DI KECAMATAN MORONGE

-Porodisa TV-185 views

Moronge-Talaud, Kunjungan kerja pemerintah Daerah kabupaten Kepulauan Talaud dalam rangka panen jagung perdana di desa Moronge kecamatan Moronge. (20/02)

Dihadiri oleh wakil bupati kepulauan Talaud Drs Moktar Arunde Parapaga, Asisten Satu, Asisten Dua, Asisten Tiga, Kepala Dinas Pertanian, Camat Moronge, Kepala Desa se kecamatan Moronge, tokoh adat dan warga masyarakat hadir di wilayah kecamatan Moronge

Tanaman jagung yang di panen merupakan hasil usaha dari petani yang bernama Frits Tuangkalu, lahan seluas satu hektar setengah milik Germita Petra Moronge  Keberhasilan penanaman tidak lepas dari usaha Frits Tuangkalu dengan berbekal beberapa kali   studi banding dan pelatihan  di bidang Pertanian  tahun 2013  mengikuti studi banding Pertanian di daerah kota Semarang dan  tahun 2014  mengikuti pekan Raya Petani di  Malang

Jagung yang akan dipanen di perkirakan  Kurang lebih 4000 kilo dan tanaman padi akan di panen seluas 2 (dua) hektar lebih.  Suatu keberhasilan tidak lepas dari masalah dimana sulit mendapatkan pupuk Urea dan pupuk bersubsidi 200 ribu per karung yang di jual di pasar. Permohonan petani untuk mendapatkan bantuan alat pertanian berupa mesin traktor dan pupuk.” Demikian tutur camat kecamatan Moronge.

Sambutan dari Wakil Bupati Drs. Moktar Arunde Parapaga mengatakan “ Pemerintah kabupaten Talaud telah berkosentrasi pada tanaman jagung.  Bulan April nanti kita akan melakukan studi banding  ke Gorontalo bersama kepala dinas pertanian dan bapak Frets Tuangkalu sebagai perwakilan petani jagung dari kabupaten kepulauan Talaud.  Studi banding di Gorontalo karena para petani disana 1(satu) hektar mampu menghasilkan 12 (Dua Belas) ton mampu menghasilkan  60(Enam Puluh) juta per tiga bulan dan langsung di ekspor ke Filipina.

Dana desa wajib di alokasikan 50(Lima Puluh Juta) ke  BUMDES dan jagung hasil petani  dibeli oleh dana desa melalui BUMDES dan edaran regulasinya sudah ada.

Pemerintah akan kerjasama dengan pembeli besar jagung dan langsung dikirim Filipina sehingga terjadi peningkatan nilai ekspor kabupaten Talaud. Tahun ini 10 ribu hektar untuk jagung dan untuk padi ladang 5 ribu hektar serta kacang-kacangan.

Untuk mendapatkan hasil maksimal Kementrian Pertanian sekarang sedang memperhatikan kabupaten kepulauan Talaud dengan sangat serius termasuk peralatan pertanian dan pupuk serta penyuluh pertanian sesuai dengan program kerja pertanian”.  Demikian penjelasan tentang pengembangan pertanian oleh bapak wakil bupati kabupaten kepuluan Talaud.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed